Inlah Risiko Unggah Foto ke Socmed bagi Fotografer

Inlah Risiko Unggah Foto ke Socmed bagi Fotografer

Inlah Risiko Unggah Foto ke Socmed bagi Fotografer

Hasbihtc.blog - Ada begitu Banyak fotografer beralih ke jejaring sosial misal Facebook dan Twitter untuk mempromosikan hasil jepretannya. Namun di sisi lain, mereka tak menyadari bahwa mereka akan kehilangan hak cipta atas foto yang dimilikinya, karena situs-situs tersebut menghapus metadata gambar yang diunggah ke sana.

Ya, memang pada dasarnya sejumlah situs social media, kecuali Flickr, menghapus data identifikasi pada saat sebuah foto diunduh atau diunggah. Setidaknya demikian menurut hasil survei IPTC (International Press Telecommunications Council), sebuah konsorsium agen berita yang berbasis di London.

Unggah Foto ke Socmed bagi Fotografer

Resiko Unggah Foto Kesosial Media


Penghapusan data tersebut menjadi masalah bagi fotografer profesional, karena metadata berisi informasi penting, seperti siapa yang memiliki hak cipta gambar, nama fotografer, keterangan dan data deskriptif lain. Jika data hilang, maka terbukalah risiko terjadinya perilaku ilegal dari fotografer yang tidak bertanggungjawab, klaim IPTC.

Sebuah situs jejaring sosial sekadar berperan sebagai tempat dimana membernya saling berbagi informasi. Jika pengguna memberikan data hak dan deskripsi dalam gambar mereka, data ini tidak harus dihapus tanpa sepengetahuan mereka, ujar Michael Steidl, managing director IPTC.

Beberapa situs mungkin memiliki kebijakan yang mewajibkan bahwa mereka menghapus informasi untuk mempercepat waktu unduh untuk melihat gambar. Tapi tidak semua pengguna paham masalah hak kekayaan intelektual yang ada dalam informasi tersebut, misalnya sebuah foto.

Pada situs Facebook dan Flickr, penguji survei menemukan bahwa metadata seringkali tidak dipertahankan saat diunggah ke web. Metadata gambar juga kadang dihapus saat kita menyimpan sebuah foto lokal setelah posting di Twitter. Sementara Google Plus dan Tumblr ternyata memiliki kebijakan yang lebih baik. Metadata untuk gambar di Google+ tetap utuh untuk setiap tes yang dilakukan.

Metadata foto memiliki implikasi hukum. Dengan adanya metadata, akan mudah ditelusuri tindak pelanggaran hak cipta yang sering terjadi di dunia digital. Dengan dihilangkannya metadata, maka penelusuran macam itu sulit dilakukan. Maka para fotografer profesional sebaiknya menyadari, bahwa dengan mengunggah hasil foto mereka ke jejaring sosial, berarti harus menerima risiko tersebut.

Sumber artikel: PCWorld/ Sumber gambar: PCWorld
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

2 komentar

Blognya sudah saya follow atas nama SimBalisme follback ya sob thx

Balas

Follow back sukses, Thanks :D

Balas

Advertiser

web hosting indonesia